Product Guide

Cara Membuat Katalog WhatsApp: Panduan Praktis untuk UMKM

9 min read1 views
Cara Membuat Katalog WhatsApp: Panduan Praktis untuk UMKM

Pelanggan mengetik: "Ada daftar harganya, kak?" Anda pun mengambil HP, buka galeri, cari tiga foto, lalu ketik harga di pesan terpisah. Lima menit kemudian pelanggan berikutnya menanyakan hal yang sama. Ulang dari awal. Katalog WhatsApp adalah jawaban sederhana untuk lingkaran yang setiap hari dialami pemilik UMKM ini.

Katalog WhatsApp ada persis untuk memutus lingkaran itu. Anda menaruh produk dan jasa Anda di sebuah etalase yang berdiri di dalam WhatsApp; pelanggan bisa melihat-lihat sendiri, atau Anda kirimkan dengan sekali sentuh. Di tulisan ini kita bahas dengan bahasa sederhana: cara membuat katalog WhatsApp, apa yang layak dimasukkan, apa yang sebaiknya tidak, dan di mana pemilik usaha paling sering tersandung.

Apa itu katalog WhatsApp dan apa gunanya?

Katalog adalah fitur yang ada di antara perkakas bisnis pada aplikasi WhatsApp Business. Untuk setiap produk atau jasa, Anda menambahkan satu gambar, satu nama, lalu — kalau mau — harga, deskripsi, dan sebuah tautan. Semuanya tersimpan di bawah profil Anda.

Manfaatnya mulai dari sini: saat pelanggan menghubungi Anda, dia tidak perlu pindah ke situs lain untuk melihat produk. Etalase ada di tempat percakapan berlangsung. Jalan menuju keputusan membeli jadi lebih pendek.

Manfaat kedua jarang dibicarakan, tapi menurut saya lebih berharga: Anda tidak perlu mengetik hal yang sama untuk keseratus kalinya. Begitu ada pertanyaan harga, Anda kirim item dari katalog, selesai. Bayangkan usaha yang menerima 30 pesan sehari — sebagian besar isinya "ini berapa?". Katalog bekerja seperti spons yang menyerap pengulangan itu.

Ketiga: katalog juga berfungsi sebagai ingatan bersama. Saat ada karyawan baru, dari mana dia belajar produk dan harga? Katalog jadi rujukan yang sama untuk semua orang.

Siapa yang cocok pakai katalog, siapa yang tidak?

Jujur saja: tidak semua usaha wajib punya katalog.

Katalog sangat berguna untuk: usaha yang menjual lewat visual. Toko bunga, toko kue, dealer mobil bekas, toko mebel, butik, paket laundry, contoh karya studio tato. Kalau pelanggan perlu melihat dulu dengan mata kepala sendiri, katalog adalah investasi yang tepat.

Katalog jadi terbatas untuk: jasa yang harganya dihitung per kasus. Jasa pindahan, konsultan pajak, jasa hukum — di bidang seperti ini menuliskan satu angka itu sulit. Tapi bahkan di sini katalog tetap bisa dipakai sebagai "menu layanan" — alih-alih harga, Anda tulis cakupan pekerjaannya.

Jadi pertanyaannya bukan "perlu bikin katalog nggak ya?", melainkan "apa yang mau saya taruh di katalog saya?".

Cara membuat katalog WhatsApp

Mari jujur di titik ini: WhatsApp cukup sering mengubah tampilannya, dan nama serta letak menu bisa berbeda tergantung versi dan perangkat. Jadi daripada memberi Anda urutan klik untuk dihafal, saya jelaskan logikanya — kalau paham logikanya, di mana pun menunya, Anda akan menemukannya.

1. Pastikan Anda di aplikasi yang benar

Katalog ada di aplikasi WhatsApp Business, bukan di WhatsApp biasa. Kalau Anda masih memakai WhatsApp pribadi, Anda perlu pindah dulu ke versi bisnis. Nomor Anda bisa tetap sama.

2. Temukan bagian perkakas bisnis

Di WhatsApp Business ada satu bagian di dalam pengaturan tempat berkumpulnya alat-alat khusus usaha — profil, pesan otomatis, label, dan katalog biasanya ada di situ. Cari judul semacam "Alat bisnis" di aplikasi Anda. Kalau tidak ketemu, coba ketik "katalog" di kolom pencarian pengaturan.

3. Tambahkan item pertama

Saat menambah produk/jasa baru, kolom dasar yang biasanya diminta adalah:

  • Gambar: minimal satu foto. Bisa lebih dari satu.
  • Nama: nama produk atau jasanya.
  • Harga: opsional, boleh dikosongkan.
  • Deskripsi: detail seperti cakupan, isi, atau durasi.
  • Tautan / kode produk: halaman di situs Anda atau kode stok, kalau ada.

Begitu satu item selesai dan Anda simpan, katalog Anda sudah jadi. Artinya tidak ada proses "pembuatan katalog" yang terpisah — katalog lahir pada saat Anda menambahkan produk pertama.

4. Tunggu sampai tayang

Gambar dan deskripsi yang Anda unggah bisa melewati peninjauan di sisi WhatsApp. Kalau produk Anda tidak langsung muncul, jangan panik; masa pemeriksaan singkat itu normal.

5. Bagikan katalognya

Setelah katalog jadi, pelanggan bisa melihatnya dari profil Anda, dan Anda juga bisa mengirim produk satu per satu di dalam obrolan. Tautan katalog atau tautan satu produk bisa Anda salin lalu tempel ke bio Instagram, profil bisnis Google, atau SMS.

Salah satu cara paling praktis membagikan katalog adalah menggabungkannya dengan link WhatsApp. Detailnya bisa Anda baca di tulisan cara membuat link WhatsApp (wa.me).

Apa yang perlu dan tidak perlu masuk katalog?

Bagian ini lebih penting daripada proses pembuatannya. Sebab katalog yang buruk justru mengundang lebih banyak pertanyaan daripada tidak punya katalog sama sekali.

Perlukah saya menulis harga?

Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya tidak tunggal.

Tulis harga kalau harga Anda jelas dan tetap. Misalnya tarif cuci kemeja di laundry, harga sepotong kue, atau biaya paket di kursus mengemudi. Menyembunyikan harga bisa membuat pelanggan ragu; sebagian pelanggan yang tidak melihat harga memilih diam-diam mundur ketimbang bertanya.

Jangan tulis harga kalau harganya berubah-ubah. Pada jasa pindahan, jarak, volume, dan jumlah lantai yang menentukan harga. Kalau Anda menulis angka asal, pelanggan akan terpaku pada angka itu, dan saat Anda sebutkan harga sebenarnya, tawar-menawar pun dimulai. Dalam kondisi begini, lebih jujur menaruh catatan di deskripsi seperti "harga ditentukan setelah survei". Untuk contoh bagaimana menyusun alur penawaran pada usaha berharga variabel, tulisan sistem penawaran WhatsApp untuk jasa pindahan memberi gambaran yang baik.

Kualitas gambar

Jangan pasang foto yang gelap, buram, atau masih ada logo toko lain di atasnya. Kamera HP sudah lebih dari cukup — yang Anda butuhkan hanya cahaya matahari dan latar yang polos. Taruh produk di tengah bingkai, bereskan kekacauan di sekelilingnya.

Penamaan

Nama seperti "Produk 1" atau "Model A" tidak memberi tahu apa pun. Pakai kata yang akan dicari pelanggan, misalnya "Cuci + Setrika Kemeja Putih". Pencarian di dalam katalog juga bekerja lewat nama-nama ini.

Sedikit tapi tepat

Katalog yang berantakan dan menggelembung biasanya bekerja lebih buruk daripada katalog kecil yang rapi — pelanggan jadi bingung harus mencari apa. Dahulukan yang paling laris, paling sering ditanya, dan yang marginnya paling besar. Etalase yang penuh sesak cenderung menghasilkan pelanggan yang tak kunjung memutuskan.

Menjaga katalog tetap update: di sinilah kerja sesungguhnya

Membuat katalog itu kerja setengah jam. Yang berat adalah menjaganya tetap hidup.

Kalau produk yang stoknya habis masih nangkring di katalog, pelanggan memesannya, Anda bilang "kosong", dan kepercayaan pun retak. Kalau harga lama masih terpampang, pelanggan akan menyodorkan tangkapan layar harga itu ke depan Anda.

Kebiasaan praktis: sebulan sekali, lima belas menit. Pasang pengingat berulang di kalender. Ada harga yang berubah? Ada yang habis? Ada yang baru datang? Tiga pertanyaan, lima belas menit.

Setiap kali Anda menaikkan harga, anggap pembaruan katalog sebagai bagian dari perubahan harga itu. Mengganti label harga di toko tapi lupa katalognya adalah kesalahan paling umum.

Katalog tidak bicara mewakili Anda

Mari katakan terus terang: katalog itu etalase yang pasif. Dia tidak menjawab pertanyaan pelanggan, dia diam saat ditanya "yang mana yang cocok buat saya?", dan dia tidak melirik orang yang mengetik tengah malam.

Di dunia nyata, percakapannya berjalan begini:

— Saya sudah lihat katalognya, ada dua paket. Bedanya apa? — Yang kedua makan waktu berapa lama? — Hari Sabtu buka nggak?

Tiga pertanyaan ini tak bisa dijawab katalog. Yang menjawab adalah Anda — kalau Anda sedang di jam kerja. Kalau tidak, pelanggan menunggu; dan biasanya dia tidak menunggu, dia menghubungi yang lain.

Di sinilah asisten kecerdasan buatan masuk. WpAsis terhubung ke nomor WhatsApp yang sudah Anda pakai dan menjawab pesan masuk atas nama usaha Anda 24/7. Asisten ini bekerja dari basis pengetahuan Anda sendiri — situs Anda dipindai, informasi produk dan jasa Anda masuk ke sistem — sehingga jawabannya bukan jawaban umum, melainkan khusus tentang usaha Anda. Dia bisa menerima reservasi dan pesanan, serta menjawab pertanyaan yang sering muncul. Anda memantau percakapan dari panel dan bisa mengambil alih kapan saja.

Jadi katalog menyiapkan etalasenya, asisten yang bicara dengan pelanggan di depan etalase itu. Ketika keduanya bekerja bersama, pekerjaannya baru lengkap.

Supaya asisten bisa menjawab dengan benar, dia butuh fondasi informasi yang rapi. Cara menyiapkannya kami jelaskan langkah demi langkah di cara menyiapkan basis pengetahuan bisnis.

Kesalahan yang sering terjadi

Membuat katalog lalu melupakannya. Kalau harga enam bulan lalu masih terpampang di sana, katalog justru merugikan Anda.

Memasukkan semuanya. Anda tidak wajib menaruh seluruh barang yang Anda jual. Katalog itu etalase, bukan daftar stok gudang.

Plin-plan soal harga. Sebagian produk diberi harga, sebagian tidak — ini menimbulkan perasaan "jangan-jangan yang mahal disembunyikan" di benak pelanggan. Tetapkan satu kebijakan dan konsisten.

Mengira katalog adalah satu-satunya kanal. Katalog bukan alat pemasaran yang berdiri sendiri. Pelanggan butuh jalan untuk sampai ke sana: kode QR di toko, bio Instagram, profil bisnis Google. Tulisan mengumpulkan pelanggan WhatsApp lewat kode QR menjelaskan sisi ini dengan baik.

Mencampurkan data pribadi. Jangan menaruh nama pelanggan, informasi referensi, atau data pribadi lain di deskripsi katalog. Ini berisiko dari sisi UU PDP (perlindungan data pribadi). Untuk kepastiannya kami sarankan berkonsultasi dengan ahlinya; untuk gambaran umum, Anda bisa melihat tulisan UU PDP dan WhatsApp.

Mulai dari mana?

Hari ini, duduk dan lakukan tiga hal:

  1. Tulis di selembar kertas lima produk atau jasa yang paling sering ditanyakan.
  2. Foto masing-masing di bawah cahaya matahari.
  3. Tambahkan sebagai katalog lewat bagian alat bisnis di WhatsApp Business.

Katalog yang dimulai dengan lima item jauh lebih baik daripada katalog sempurna yang tak pernah dimulai. Sisanya akan menyusul seiring waktu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah katalog WhatsApp berbayar?

Tidak, Anda tidak membayar biaya tambahan untuk fitur katalog di aplikasi WhatsApp Business. Setelah mengunduh aplikasi bisnis dan menghubungkan nomor Anda, fitur katalog langsung tersedia. Satu-satunya "biaya" Anda adalah waktu yang dipakai untuk menyiapkan foto produk.

Bisakah saya membuat katalog di WhatsApp biasa?

Karena katalog adalah fitur yang ditujukan untuk pelaku usaha, fitur ini tidak ada di versi WhatsApp pribadi. Untuk memakainya Anda perlu pindah ke aplikasi WhatsApp Business. Saat pindah, nomor Anda dan umumnya riwayat obrolan Anda bisa dipertahankan; tetap disarankan mencadangkan data sebelum prosesnya dimulai.

Kenapa produk saya tidak muncul di katalog?

Produk yang Anda tambahkan bisa melewati proses peninjauan di sisi WhatsApp, dan itu butuh waktu sebentar. Kalau produk Anda tak kunjung muncul dalam waktu lama, ada kemungkinan gambar atau deskripsinya tersangkut aturan platform. Coba sederhanakan gambarnya, tinjau ulang deskripsinya, lalu ulangi.

Apakah saya wajib menulis harga di katalog?

Tidak, kolom harga bersifat opsional. Kalau harga Anda tetap, menuliskannya membuat pelanggan lebih tenang dan mengurangi pertanyaan yang tidak perlu. Kalau harga Anda berubah tergantung pekerjaan, lebih sehat mengosongkannya dan menaruh catatan yang jelas di deskripsi, misalnya "harga ditentukan setelah survei"; dengan begitu tidak muncul ekspektasi yang keliru.

Katalog Anda menyiapkan etalasenya — lalu siapa yang bicara dengan pelanggan yang bertanya di depan etalase itu? WpAsis terhubung ke nomor WhatsApp Anda, menjawab pesan masuk atas nama usaha Anda 24/7, serta menerima reservasi dan pesanan. Untuk demo gratis dan informasi harga terkini, kunjungi wpasis.com.

This site uses cookies and similar technologies to improve service quality and ensure your security. See our Cookie Policy and Privacy Notice for details.

Cara Membuat Katalog WhatsApp: Panduan UMKM