Restaurant & Bar

Panduan Terima Pesanan lewat WhatsApp untuk Cafe dan Toko Kue

7 min read1 views
Panduan Terima Pesanan lewat WhatsApp untuk Cafe dan Toko Kue

Saat tangan Anda sedang menghias kue di meja produksi atau sedang kejar-kejaran pesanan di jam makan siang, HP Anda bergetar terus: "Kue ulang tahun untuk besok masih bisa?", "Hari ini menunya apa?", "Bisa dikirim ke daerah saya?" Pertanyaan-pertanyaan ini sekarang jarang datang lewat telepon — hampir semuanya masuk lewat WhatsApp. Menerima pesanan lewat WhatsApp adalah peluang besar untuk cafe dan toko kue, tapi kalau tidak dikelola dengan benar, hasilnya justru pesanan yang lolos dan pelanggan yang kecewa. Di panduan ini kami bahas langkah demi langkah cara mengelola pesanan WhatsApp secara rapi, tanpa harus meninggalkan meja kerja.

Kenapa Pesanan Pindah ke WhatsApp?

Kebiasaan pelanggan sudah berubah. Orang lebih memilih chat daripada menelepon sebuah usaha. Alasannya sederhana: chat itu lebih santai. Pelanggan bisa kirim pesan sambil di kantor, di dalam ojek, atau sambil rebahan tengah malam.

Untuk toko kue dan cafe, WhatsApp punya satu keunggulan tambahan: visual. Pelanggan bisa mengirim foto kue yang dia suka lalu bertanya, "Bisa dibuatkan yang seperti ini?" Anda pun bisa membalas dengan foto produk yang ada di etalase dalam hitungan detik. Jauh lebih praktis dibanding menjelaskan panjang lebar lewat telepon.

Ditambah lagi, semuanya tercatat. Perdebatan "Saya kan pesan yang cokelat, kok dibuat yang buah?" langsung selesai sendiri begitu riwayat chat dibuka.

Kenapa Terima Pesanan lewat WhatsApp Jadi Berat di Cafe dan Toko Kue?

Kemudahan WhatsApp berubah jadi beban begitu jumlah chat menumpuk. Ada tiga sumber masalah yang khas.

Chat masuk justru di jam tersibuk

Di cafe, jam paling ramai chat biasanya persis jam Anda paling sibuk: makan siang, brunch akhir pekan, atau serbuan pesanan kue menjelang hari raya. Saat tangan penuh, Anda tidak sempat lihat HP; begitu sempat, chat itu sudah lewat berjam-jam. Sementara itu pelanggan sudah pesan di tempat lain. Topik ini kami bahas lebih dalam di tulisan berapa besar kerugian karena telat membalas chat pelanggan.

Pesanan kue butuh banyak detail

Pesanan kopi selesai dalam dua chat; pesanan kue ulang tahun tidak. Tanggal, ukuran, isian, tulisan di atas kue, kondisi alergi, jam pengambilan... setiap detail perlu ditanyakan. Satu pertanyaan yang terlewat bisa berujung drama di hari pengambilan: "Lho, kan saya minta ada namanya di atas."

Pertanyaan yang sama terulang setiap hari

"Buka jam berapa?", "Ada produk yang bebas gluten?", "Bisa antar ke daerah ini?" Menulis jawaban yang sama puluhan kali sehari itu buang waktu sekaligus menguras semangat. Lebih parah lagi, saat jawabannya telat, usaha Anda terlihat tidak peduli.

Cara Menerima Pesanan Kue Ulang Tahun Tanpa Ada yang Terlewat

Risiko terbesar dalam pesanan kue adalah informasi yang tidak lengkap. Buat daftar pertanyaan tetap untuk diri sendiri, dan tanyakan dengan urutan yang sama di setiap pesanan:

  • Tanggal dan jam pengambilan: Hari apa, harus siap jam berapa?
  • Ukuran atau jumlah porsi: Untuk berapa orang?
  • Isian dan pilihan kue: Cokelat atau buah? Warna base kuenya bagaimana?
  • Dekorasi dan tulisan: Apa yang ditulis di atas kue, ada permintaan hiasan khusus?
  • Alergi dan sensitivitas: Ada kacang, gluten, atau bahan lain yang harus dihindari?
  • Cara pengambilan: Pelanggan ambil sendiri atau Anda yang antar?

Daripada mengetik ulang daftar ini setiap kali, simpan saja sebagai template pesan siap pakai. Yang lebih baik lagi: membangun sistem yang menanyakan semua ini untuk Anda — yang akan kami bahas sebentar lagi.

Pertanyaan Menu Harian dan Pesan Antar

Di cafe, chat yang paling sering masuk sudah bisa ditebak: "Hari ini ada apa?" Kalau Anda pakai menu harian, membagikan foto menu secara rutin setiap pagi memang mengurangi sebagian pertanyaan. Tapi tetap saja ada yang bertanya, karena tidak ada yang mau scroll ke atas mencari chat lama.

Untuk pesan antar, tegaskan batasan Anda sejak awal: ke daerah mana saja Anda mengantar, apakah ada minimum pemesanan, berapa perkiraan waktu penyiapan. Kalau informasi ini bisa diberikan seketika lewat chat, pelanggan langsung memutuskan tanpa menunggu, dan pesanan tidak lari.

Mengotomatiskan Pesanan WhatsApp dengan Asisten AI

Semua yang kami bahas di atas punya satu masalah bersama: semuanya bergantung pada Anda atau karyawan Anda yang harus melihat HP. Padahal sebagian besar percakapan ini isinya pertanyaan berulang yang polanya itu-itu saja. Justru karena itulah asisten WhatsApp berbasis kecerdasan buatan makin banyak dipakai UMKM cafe dan toko kue.

Singkatnya, asisten AI adalah perangkat lunak yang membalas chat masuk di nomor WhatsApp Anda, atas nama usaha Anda. Pertanyaan "Besok buka nggak?" yang masuk tengah malam dijawab seketika; informasi tanggal, ukuran, dan tulisan untuk pesanan kue ditanyakan satu per satu lalu dikumpulkan; permintaan pesan antar diterima. Anda di dapur, dia yang membalas chat. Cara kerja sistem seperti ini kami jelaskan lebih lengkap di tulisan apa itu bot pesanan WhatsApp.

Katakanlah toko kue Anda menerima 30-40 chat per hari. Kalau sebagian besar isinya pertanyaan soal jam buka, produk, dan pengiriman, asisten bisa menjawabnya sendiri. Yang sampai ke meja Anda hanyalah pesanan yang benar-benar butuh keputusan Anda.

Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Memilih Sistem?

Tidak semua sistem balas otomatis itu sama. Sebagai pemilik cafe atau toko kue, perhatikan kriteria berikut:

  • Harus belajar dari informasi Anda sendiri. Asisten wajib tahu menu, produk, dan jam operasional Anda; jangan sampai jawabannya normatif dan umum.
  • Manusia harus bisa mengambil alih. Saat ada pesanan rumit atau pelanggan yang sensitif, Anda harus bisa langsung turun tangan di percakapan itu.
  • Pemasangannya harus mudah. Sistem yang butuh pengetahuan teknis atau koding tidak praktis untuk usaha kecil.
  • Percakapan harus bisa dipantau. Anda harus bisa melihat dari panel apa saja yang ditulis asisten ke pelanggan Anda.

Bagaimana WpAsis Bekerja di Cafe dan Toko Kue?

WpAsis adalah asisten kecerdasan buatan yang terhubung ke nomor WhatsApp yang sudah Anda pakai. Pemasangannya dilakukan dengan memindai kode QR; Anda tidak perlu nomor baru, tidak perlu pengetahuan teknis.

Asisten ini belajar dari basis pengetahuan usaha Anda: situs web Anda dipindai, lalu asisten menjawab menggunakan informasi khas usaha Anda seperti menu, produk, dan jam operasional. Ia membalas chat yang masuk 24/7, menerima permintaan pesanan dan reservasi, serta menjawab pertanyaan yang sering ditanyakan. Pelanggan yang menulis dalam bahasa lain pun bisa dibalas dalam bahasa mereka sendiri.

Semua percakapan bisa Anda pantau dari panel; kapan pun Anda mau, Anda bisa mengambil alih chat dan melayani pelanggan sendiri. Artinya kendali selalu di tangan Anda — asisten hanya meringankan beban.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah perlu nomor terpisah untuk menerima pesanan lewat WhatsApp?

Tidak. Sistem seperti WpAsis terhubung ke nomor WhatsApp yang sudah digunakan usaha Anda. Pelanggan tetap chat ke nomor yang mereka kenal; satu-satunya yang berubah adalah chat mereka kini dibalas tanpa menunggu.

Apakah AI bisa memahami permintaan khusus dalam pesanan kue?

Asisten mengumpulkan informasi pesanan seperti tanggal, ukuran, dan tulisan dengan cara berdialog langsung dengan pelanggan. Saat ada permintaan yang sangat khusus atau tidak biasa, Anda melihat percakapannya di panel dan bisa mengambil alih kalau mau. Jadi pesanan standar berjalan otomatis, sementara kasus khusus tetap lewat persetujuan Anda.

Bagaimana kalau pelanggan ingin bicara dengan saya, bukan dengan asisten?

Semua percakapan ada di depan mata Anda di panel, dan Anda bisa masuk sebagai manusia kapan saja. Asisten tidak menggantikan Anda; ia memberi jawaban pertama dan mengumpulkan informasi selagi Anda sibuk. Kemudinya tetap Anda yang pegang.

Apakah pemasangannya butuh pengetahuan teknis?

Tidak. Pemasangan dilakukan dengan memindai kode QR; tidak perlu menulis kode atau melakukan pengaturan teknis. Untuk informasi usaha Anda, situs web Anda dipindai, lalu asisten mulai menjawab dengan informasi khas usaha Anda.

Kalau Anda ingin berhenti kehilangan pesanan hanya karena tidak sempat membalas chat, coba WpAsis di nomor Anda sendiri. Detail dan harga terkini bisa dilihat di wpasis.com.

This site uses cookies and similar technologies to improve service quality and ensure your security. See our Cookie Policy and Privacy Notice for details.

Terima Pesanan WhatsApp: Panduan Cafe & Toko Kue